Latest News

Featured
Featured

Gallery

Technology

Video

Games

Recent Posts

Sunday, April 29, 2018

"Tdk cukup kita memiliki, membaca, mengasihi, mempelajari, dan mengetahui Alkitab"




"Tdk cukup kita memiliki, membaca, mengasihi, mempelajari, dan mengetahui Alkitab"
Kita perlu mempertanyakan diri kita: Adakah Kristus yg di dlm Alkitab itu menjadi pusat hidupku?
Jika tdk, semua penggalian Alkitab kita sia-sia, sebab Dialah tujuan utama kpd siapa Alkitab menunjuk: utk Dia Alkitab menjadi alat.

http://jmginting.blogspot.co.id/2017/04/alkitab-buku-untuk-masa-kini-by-john.html

Thursday, April 19, 2018

PENCEGAHAN KORUPSI YANG BERSINERGI

Sebuah negara yang dikategorikan sebagai negara maju setidaknya memiliki 2 (Dua) aspek penentu ini, yaitu aspek pertahanan dan perekonomian. Pertanahan merupakan perwujudan kemampuan suatu negara untuk membela diri dari ancaman pihak lain atau pun ancaman dari dalam negeri sendiri, sekaya apapun dan sebesar apapun pendapatan suatu negara, tentu tidak sempurna jika tidak memiliki kemampuan mempertahankan aset, budaya, kekayaan alam, wilayah dan rakyatnya. Kekuatan perekonomian adalah perwujudan dari kemampuan suatu negara membiayai diri sendiri, tanpa terlalu banyak bergantung pada pihak lain, sehingga dengan perekonomian yang baik suatu negara dapat secara bebas mengatur hidupnya sendiri, memenuhi segala kebutuhan dalam negeri bahkan mengatur negara lain melalui kerja sama perdagangan. Kekuatan pertahanan dan perekonomian itu menjadi mustahil tercapai jika ada perilaku yang digolongkan penyakit kronis suatu negara, yang dapat meruntuhkan kekuatan pertahanan dan perekonomian yang sudah mapan dan dapat pula menghalangi tercapainya kemandirian pertahanan dan perekonomian, ibarat penyakit diabetes yang menggerogoti secara perlahan, senyap namun pasti kesehatan tubuh kita, penyakit itulah yang disebut Korupsi.
Sejarah telah mencatat bahwa indonesia telah banyak membentuk lembaga yang fokusnya untuk memberantas praktek kecurangan terhadap pengelolaan keuangan negara, dari era revolusi Presiden Soekarno tahun 1960 yaitu Panitia Retooling Aparatur Negara, Operasi Budhi (1963), Tim Pemberantasan Korupsi (1967), Komisi Empat (1970), Komite Anti Korupsi yang melibatkan aktifis mahasiswa pada tahun 1970, Operasi Penertiban-OPSTIB (1977), Komisi Pemeriksa Kekayaan Penyelenggara Negara (1999), Tim Gabungan Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi (2000), Komisi Pemberantasan Korupsi (2002) hingga Tim Koordinasi Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi – Timtas Tipikor (2005). Keberadaan lembaga dan tim khusus pemberantasan korupsi itu mengalami pasang surut, menjadi bukti betapa Penyakit Korupsi itu begitu sulit diberantas. Paradigma penindakan, pemberantasan atau pemusnahan penyakit korupsi itu ternyata tidaklah efektif, karena yang dilakukan lembaga di atas adalah korupsi yang sudah terlanjur, sehingga cukup memberikan edukasi terhadap pihak-pihak yang belum atau sedang melakukan korupsi. Oleh karena itu saat ini pemberantasan korupsi di Indonesia di fokuskan pada pencegahan melalui sosialisasi-sosialisasi, even dan kegiatan pencegahan.
Berdasarkan UUD Tahun 1945, dibentuklah BPK RI yang bertujuan untuk meningkatkan manfaat hasil pemeriksaan dalam rangka mendorong pengelolaan keuangan negara untuk mencapai tujuan negara dan Meningkatkan pemeriksaan yang berkualitas dalam mendorong pengelolaan keuangan negara untuk mencapai tujuan negara. Badan Pemeriksa Keuangan Republik Indonesia (BPK RI) yang merupakan lembaga terdepan yang mengawal harta negara bersama dengan Aparat Pengawasan Intern Pemerintah (APIP) sangat efektif mencegah terjadinya korupsi. Keberadaan BPK RI yang secara rutin melakukan audit mampu mendeteksi secara dini permasalahan pengelolaan keuangan negara, sehingga mampu mencegah penyimpangan yang lebih besar. Luasnya kewenangan BPK RI menjadikan jumlah objek pemeriksaan yang dilakukan oleh BPK RI mencakup seluruh anggaran yang bersumber dari APBN/APBD pada Kementerian/Lembaga/Pemerintahan/BUMN/BUMD yang ada. Namun dari segi jumlah personil, BPK RI masih sangat kekurangan Auditor dibanding jumlah objek pemeriksaan yang harus ditangani, ditambah lagi banyaknya jenis-jenis pemeriksaan, seperti Audit Keuangan, Audit Kinerja, Audit Dengan Tujuan Tertentu, Audit Investigasi, Evaluasi dan reviu yang harus dilakukan BPK RI. Minimnya jumlah auditor menjadikan pemeriksaan dilakukan secara Sampling dengan pertimbangan risiko yang ada pada objek tersebut, sehingga dalam satu tahun tidak semua objek pemeriksaan akan dilakukan pemeriksaan oleh BPK RI, akibatnya ada objek pemeriksaan yang hingga saat ini belum pernah diperiksa.Seperti kebijakan pemerintah meningkatkan anggaran pemerintahan desa menjadi 1 milyar, jika dilihat dari banyaknya jumlah desa yang ada serta minimnya kemampuan SDM perangkat desa dalam mengelola keuangan, menyebabkan terjadinya potensi penyimpangan yang besar. Untuk itu perlu adanya pengawasan yang intensif terhadap pengelolaan keuangan desa. Saat ini lembaga yang rutin mampu menjangkau pengawasan anggaran desa adalah Inspektorat Kabupaten/Kota, namun dengan kondisi yang berbeda-beda setiap daerahnya tergantung bagaimana kebijakan kepala daerah dalam mendukung pengawasan di daearh masing-masing. Misalnya terkait anggaran sarana dan prasarana, pendidikan dan pelatihan, perekrutan tenaga pemeriksa ataupun dukungan tindak lanjut hasil pengawasan. Selain itu adanya beberapa jenis fungsional yang melakukan pengawasan juga menjadi tantangan tersendiri, hal ini dikarenakan masing-masing fungsional memilik lembaga pembina yang berbeda, tidak jarang pada tataran teknis terjadi kesulitan dalam kerjasama yang dilakukan.
Banyaknya lembaga pencegahan korupsi di Indonesia yaitu Aparat Pengawasan Intern Pemerintah (APIP) seperti BPKP, Inspektorat Kementerian/Lembaga, Provinsi dan Kabupaten/Kota  harusnya dimanfaatkan secara maksimal demi tercapainya pengawalan harta negara secara efektif. Saat ini jumlah APIP yang ada di Indonesia sebanyak 16.000 orang, berdasarkan kajian oleh KPK masih diperlukan 30.000 orang APIP demi mencapai postur ideal pengawasan. Untuk itu perlu adanya kerjasama pembinaan dan standarisasi pemeriksaan, sehingga hasil yang dicapai sesuai dengan kebutuhan BPK RI dalam melakukan pemeriksaan. Porsi pembinaan BPK RI terhadap APIP harus ditingkatkan, potensi jumlah SDM Auditor yang sudah terstandarisasi oleh BPKP menjadi peluang yang dapat dimanfaatkan untuk menutupi kekurangan jumlah personil BPK RI.
Saat ini pemberantasan  korupsi terkesan keroyokan, dimana semua lembaga berlomba-lomba unjuk gigi dalam memberantas korupsi, namun terlihat seolah-berjalan masing-masing. KPK yang merupakan Icon pemberantasan korupsi pada awalnya di khususkan untuk memberantas korupsi yang bernilai di atas Rp. 1 Milyar, namun sering berjalan waktu KPK juga melakukan kasus-kasus yang berkategori di bawah Rp. 1 Milyar. Seperti kasus penyuapan pengacara salah satu artis kepada Hakim, atau pun operasi tangkap tangan terhadap pejabat-pejabat di daerah yang nilai nya receh. Selain KPK, Kejaksaan dan Kepolisian R.I juga semakin giat melakukan upaya pemberantasan korupsi, dimana unit-unit khusus seperti Tipidkor di Polres ataupun Pidsus di Kejaksaan Negeri semakin aktif melakukan pengusutan-demi pengusutan kasus korupsi. Akhir-akhir ini juga telah dicanangkan Tim Saber Pungli yang fungsinya memberantas praktek pungutan liar yang tidak lain bagian dari korupsi. Dalam menjalankan upaya pemberantasan korupsi, penegahk hukum tidak bisa sendiri, dikarenakan penegak hukum tidak memiliki wewenang menentukan nilai kerugian untuk dibawa ke ranah hukum, sehingga memerlukan bantuan dari lembaga yang berwenang seperti BPK RI, BPKP dan Inspektorat, sekalipun dalam prakteknya mash ditemukan perdebatan mengenai lembaga mana yang memiliki kewenangan penentuan kerugian negara.
Ada istilah bahwa lidi yang diikat menjadi satu lebih berdayaguna dan berhasil guna dari pada lidi yang tercerai berai.  Perlu ada penyatuan fungsi pemberantasan korupsi pada satu lembaga yang ditunjuk secara khusus mengkoordinir gerakan pemberantasan korupsi, sehingga peperangan melawan korupsi tidak dilakukan secara sporadis, tapi terstruktur, terkoordinir, terarah dan terukur. Katakanlah KPK diberikan kewenangan khusus menangani kasus Tipikor, sedangkan lembaga lain seperti Kepolisian dan Kejaksaan diberikan kewenangan pidana selain Tipikor, namun kedua lembaga itu tetap saling bersinergi dan bekerja sama, baik kerjasama personil maupun fasilitas. Karena lembaga penegak hukum dan pengawasan itu saudara kandung dari rahim yang sama, yaitu Negara Kesatuan Republik Indonesia. Bergandengan tangan lebih baik, sekalipun lebih harus banyak bersabar.

LEMBAGA ANTI KORUPSI YANG PERNAH ADA DI INDONESIA

Saat ini hampir seluruh lapisan masyarakat pernah mendengar Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), sepak terjang KPK menangkap pelaku korupsi, hingga perdebatan Jaksa dari KPK pada sidang tipikor maupun praperadilan kerap menghiasi media massa di tanah air. Namun tidak banyak yang mengetahui perjalanan lembaga anti korupsi yang pernah dibentuk selain KPK. Sejarah mencatat, pemberantasan korupsi melalui pembentukan lembaga yang khusus menangani perkara ini telah dimulai sejak tahun 1960. Namun, dikarenakan berbagai pertimbangan lembaga-lembaga itu berganti nama maupun struktur serta tupoksi nya. Berikut ini lembaga-lembaga anti korupsi yang pernah dibentuk di Indonesia :
  1. Panitia Retooling Aparatur Negara (1960)
Panitia Retooling Aparatur Negara (PARAN) dibentuk untuk melakukan penindakan penyimpangan yang dilakuakn apartur negara. Paniti ini beranggotakan A.H Nasution, Prof. M. Yamin dan Roeslan Abdulgani. Panitia ini tidak efektif dikarekana banyak perlawanan dari pejabat yang korup, sehingga menyerahan kembali pelaksanaan tugas ke Kabinet Djuanda.
  1. Operasi Budhi (1963)
Setelah Pembubaran PARAN, penyelewengan yang dilakukan semakin marak, maka melalui Keputusan Presiden No 275 Tahun 1963 dilaksanakan “Operasi Budhi”, operasi ini dipimpin oleh A.H Nasution yang pada saat itu juga merangkap sebagai Menteri Pertahanan dan Keamanan. Tujuan operasi ini adalah untuk menangkap pelaku penyimpangan yang dilakukan oleh Staf ABRI. Operasi ini dirasa kurang efektif, sehingga  dibubarkan dan diganti dengan Komando Tertinggi Retooling Aparat Revolusi (KONTRAF) dipimpin Presiden Soekarno dibantu Letjen Ahmad Yani.
  1. Tim Pemberantasan Korupsi (1967)
Pada tahun 1967, presiden Soeharto membentuk Tim Pemberantasan Korupsi (TPK) melalui Kepres No. 228/1967 dimana  tim ini beranggotakan Jaksa Agung, Kapolri, Menteri Kehakiman, dan Panglima ABRI. Hasil kerja tim ini kemudian berhasil menyeret 9 orang yang diduga melakukan penyelewengan.
  1. Komisi Empat (1970)
Untuk keberlangsungan pemerintahan yang efektif, maka perlu dibentuk suatu lembaga yang dapat memberikan penilaian yang objektif dan membangun, sebagai bahan evaluasi. Pada Tahun 1970 Presiden Soeharto membentuk “Komisi Empat”, sebuah lembaga yang beranggotakan Mantan Wakil Presiden M. Hatta sebagai penasihat, mantan perdana menteri Wilopo, I.J.Kasimo, Prof. Johannes, Anwar Tjokroaminoto dan Kepala BAKIN Mayjen Sutopo Yuwono. Selain melakukan penilaian terhadap kinerja pemerintah, tugas komisi ini juga memberikan pertimbangan kepada Presiden mengenai langkah-langkah dan kebijakan pemberantasan kosupsi. Kinerja lembaga ini kurang bergema, hal ini dikarenakan selama kurun waktu 1970 – 1977 hanya mampu mengungkap 2 (Dua) pejabat yang terindikasi korupsi, sedangkan sisanya kasus kecil yang banyak tidak ada kelanjutannya.
  1. Komite Anti Korupsi (1970)
Pada Tahun 1970 dibentuk Komisi Anti Korupsi yang anggotanya terdiri dari apar aktifis mahasiswa angkatan 66, namun komisi ini dibubarkan dua bulan berikutnya.
  1. Operasi Penertiban – OPSTIB (1977)
Berdasarkan Inpres Nomor  Tahun 1977, Pemerintah melaksanakan Operasi Penertiban yang beranggotakan kepolisian, kejaksaan, dan ABRI. Operasi ini cukup efektif menindak ribuan pegawai yang terindikasi melakukan penyimpangan dan mampu menyelamatkan uang negara sebanyak 200 milyar
  1. Komisi Pemeriksa Kekayaan Penyelenggara Negara (1999)
Pada Era Presiden Bj Habibie, dibentuk melalui Keppres No. 27 Tahun 1999 dengan tugas melakukan pemeriksaan kekayaan pejabat negara, berdasarkan UU No 30 Tahun 2022 lembaga ini kemudian menjadi subbagian pencegahan dalam Komisi Pemberantasan Korupsi.
  1. Tim Gabungan Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi (2000)
Di masa pemerintahan Presdien keempat, dibentuklah lembaga sementara yang memiliki tugas pemberantasan korupsi. Lembaga yang beranggotakan jaksa, polisi dan wakil dari masyarakat dinamakan Tim Gabungan Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi (TGPTPK), namun dikarenakan lemahnya koordinasi antara anggotanya, TGPTPK tidak efektif dalam pemberantasan korupsi. Salah satunya ditolaknya permintaan untuk kasus BLBI oleh Kejaksaan Agung. Umur Tim ini berakhir pada tahun 2001 atas gugatan “judicial review oleh tiga orang hakim agung yang pernah diperiksa oleh TGPTPK.
  1. Komisi Pemberantasan Korupsi (2002)
Lahirnya UU Nomor 30 Tahun 2002 menjadi awal terbentuknya Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Diawal pembentukannya, KPK beranggotakan Taufiqurahman Ruki, Sirajudin Rasul, Amien Sunaryadi, Erry Riyana Harjapamengkas dan  Tumpak Hatorang. KPK memiliki wewenang penuh dalam pemberantasan korupsi dimulai dari wewenang pencegahan, penyelidikan, penyidikan, penuntutan, penindakan, monitoring hingga adanya pengadilan Tipikor yang dipimpin oleh Hakim Tipikor. Selain itu Lembaga ini juga memiliki kewenangan untuk menyadap dan merekam hal-hal yang berhubungan dengan Tipikor tanpa seizin pengadilan. Terdapat pro-kontra terhadap keberadaan lembaga ini, diantaranya adanya pendapat yang mengatakan bahwa lembaga ini adalah lembaga Ad Hoc yaitu lembaga sementara yang berdiri untuk memberantas korupsi menggantikan peran Kepolisian dan Kejaksaan, sehingga KPK bisa saja dibubarkan sewaktu-waktu. Namun ada pula yang menyatakan bahwa ad hoc bukan lah “Sementara”, namun lembaga yang memiliki peran “Khusus” pemberantasan korupsi. Berdasarkan data ACCH, Per 30 Juni 2017,total penanganan perkara tindak pidana korupsi yang diaukan oleh KPK dari tahun 2004-2017 adalah penyelidikan 896 perkara, penyidikan 618 perkara, penuntutan 506 perkara, inkracht 428 perkara, dan eksekusi 454 perkara.
  1. Tim Koordinasi Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi – Timtas Tipikor (2005)
Lahirnya Keppres Nomor 11 Tahun 2005, menjadi dasar pembentukan Tim Koordinasi Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi (Timtas Tipikor). Tim memiliki tugas dan wewenang yang hampir sama dengan KPK yaitu melakukan penyelidikan, penyidikan dan penuntutan sesuai dengan ketentuan hukum acara yang berlaku terhadap kasus dan/atau indikasi tindak pidana korupsi dan mencari dan menangkap pelaku yang diduga keras melakukan tindak pidana serta menelusuri asetnya dalam rangka pengembalian keuangan secara optimal. Tim ini berjalan kurang efektif, selama periode pembentukan hingga pembubarannya belum tampak hasil yang signifikan.
Begitu banyaknya upaya pemerintah dari Orde Lama, Orde Baru hingga orde Reformasi untuk memberantas korupsi, namun sepertinya korupsi semakin menggurita. Wacana terkini sebagai upaya pemberantasn korupsi adalah dengan memperkuat Aparat Pengawasan Internal. Penguatan peran APIP ini diharapkan mampu memberikan sinyalemen jika ada indikasi korupsi yang sedang berlangsung, sehingga porsi penindakan yang telah dilakukan sejak orde lama hingga sekarang, akan digantikan dengan digiatkannya porsi pencegahan.
Oleh : Riandy Syarif

Source : https://riandysyarif.wordpress.com/2017/10/12/lembaga-anti-korupsi-yang-pernah-ada-di-indonesia/

Tuesday, March 13, 2018

Mutiara Kata Edukatif dari Awesome India 1

















Monday, February 26, 2018

Pengertian Hutan, Jenis-Jenis Hutan dan Manfaat



Pengertian Hutan, Jenis-Jenis Hutan dan Manfaat
Ilustrasi: Pengertian Hutan, Jenis-Jenis Hutan dan Manfaat
Pengantar - Hutan merupakan karunia Allah SWT yang patut untuk kita jaga dari tangan manusia yang Jahil. Hutan sangat berarti bagi setiap jenis-jenis kehidupan yang terdapat di bumi ini. Tak pelak, arti hutan membawa sejuta atau bahkan tak terhingga manfaatnya bagi manusia. Apalagi jika kita sedikit mundur kebelakang, mengenai proses evolusi bumi menjadi hijau dan terciptalah manusia sungguh sangat menganggumkan. 

Betapa tidak, manusia tercipta dengan sejumlah sumber daya yang mampu untuk dimanfaatkan bagi manusia untuk menjaga kelangsungan hidupnya dan juga makhluk hidup sekitar. Olehnya  itu, beruntunglah manusia diberikan keberkahan yang melimpah oleh Tuhan Yang Maha Esa. 

Manusia perlu mengucapkan rasa terima kasih yang sebesar-besarnya atas karunia tersebut dengan menjaga untuk memberikan manfaat hutan bagi generasi selanjutnya atau penerus selanjutnya dan juga mengamalkan manfaat hutan tidak hanya bagi manusia, melainkan memberikan manfaat bagi makhluk hidupnya lainnya. 

Ada banyak cara dalam mengatasi kerusahakan hutan dan metode-metode yang digunakan. Bahkan saat kita mencoba mencari di google. Ribuan-ribuan tulisan biasa, informasi formal hingga jurnal-jurnal ilmiah dari pengembangan para peneliti juga telah mencapai jutaan untuk mengatasi kerusakaan lingkungan. 

Masalahnya adalah kekuatan dan keinginan manusia itu sendiri yang ingin bergerak cepat menatap masa depan namun mengesampingkan akan ekosistem-ekosistem lainnya yang membutuhkan manfaat akan sebuah pengertian hutan yang harus dipahami secara sadar dan benar oleh manusia itu sendiri. 

Jika tidak, maka malah petaka akan menjangkit manusia itu sendiri, hingga kekeringan dimana-dimana, dan kelaparan merajalela, baik bagi manusia terlebih  lagi kepada hewan. 

Bayangkan saja, berbagai pembangunan sumber daya manusia yang sarat akan kapitalisme dan cenderung mengeksploitasi sumber daya alam dalam jangka pendek membawa manfaat yang begitu besar bagi suatu wilayah, Negara dan juga masyarakat dunia. Namun manfaat tersebut sirna jika didefinisikan dalam ruang dan waktu jangka panjang alias manfaatnya tersebut hanya semu dan kerusakan bersifat jangka panjang. 

Mari mencontoh kerusakan lingkungan atau kerusakan hutan yang terjadi di Negara asing, contohnya Cina. Berpenduduk terbesar di dunia, cina dengan kemajuannya tumbuh pesat dalam jalur ekonomi dan bidang lainnya dan bahkan melaju sebagai Negara maju. Manfaat begitu besar bagi cina hingga mampu membuat Negara adidaya seperti Amerika Serikat dibuat ketakutan dengan kebesaran cita. 

Namun disisi lain, kemajuan cina ternyata hanya berakhir beberapa puluh tahun saja. Saat ini cina mengalami masalah yang begitu besar contohnya ketidakteraturan iklim dan polusi dimana-mana. Hal ini berakibat fatal bagi kelangsungan hidup warga cina dan Negara-Negara yang berada di sekitarnya bahkan seluruh makhluk hidup dimuka bumi ini. 

Bahkan dibeberapa wilayah di Negara cina harus menggunakan masker pada saat beraktivitas. Tidak hanya itu, dibenua amerika juga kerap terjadi. Kekuatan terbesar dibumi ini tidak dipungkiri, ternyata mengalami masalah yang juga sangatlah besar. Dapat dikatakan kemajuan teknologi, militer dll membawa malapetakan bagi Amerika. 

Perubahan iklim yang sangat pesat dan bahkan sering terjadi tornado dimana-mana, membuat berbagai kerugian warga setempat dan juga makhluk hidup yang tinggal di Amerika. 

Dampak-dampak kerusakan lingkungan karena ulah manusia sendiri. Dampak tersebut, sebenarnya tidak dapat terjadi jika memanfaatkan hutan dan lingkungan sebagaimana mestinya. Sehingga perlulah bagi setiap masyarakat atau manusia untuk memahami secara betul pengertian hutan, lingkungan, jenis-jenis dan manfaat hutan. 

Penulis juga menganggap bahwa informasi ini tidaklah cukup berarti, mengapa?. Karena informasi ini hanyalah dasar retorika walaupun dengan referensi yang akurat. Informasi ini hanya menjadi buah bibir dan habis pada lembaran-lembaran untuk memberikan jawaban kepada guru atau dosen anda, atau yang memberikan tugas kepada teman-teman. 

Informasi ini bisa sangat berarti, jika teman-teman dapat memanfaatkan informasi ini sebagaimana mestinya dengan mengamalkan dalam lingkungan sekitar alias informasi mengenai hutan harus diaplikasikan dalam lingkungan sekitar. 

Pengertian Hutan: Apa itu Hutan?

Pengertian Hutan - Hutan adalah suatu kesatuan ekosistem yang terdiri dari hamparan lahan berupa sumber daya alam hayati yang pada umumnya terdapat pepohonan dalam persekutuan alam lingkungan, yang satu dengan lainnya yang tidak dapat dipisahkan.

Hutan merupakan karunia dan amanah Tuhan Yang Maha Esa yang dianugerahkan kepada setiap bangsa Indonesia merupakan kekayaan yang dikuasai oleh negara. Hutan memberikan manfaat yang melimpah bagi setiap umat manusia, karena wajib disyukuri, diurus, dan dimanfaatkan secara optimal, serta dijaga kelestariannya untuk sebesar-besar yang berfungsi dan bertujuan kepada kemakmuran rakyat, bagi generasi sekarang maupun juga generasi mendatang.

Seluruh kawasan hutan di wilayah Indonesia merupakan hutan yang dikuasai oleh negara. Penguasan hutan biasa disebut dengan memberikan wewenang kepada pemerintah untuk:
  1. Mengatur dan mengurus segala sesuatu yang sesuai dengan hutan, kawasan hutan dan hasil hutan.
  2. Menetapkan status wilayah tertentu sebagai kawasan hutan atau kawasan hutan sebagai bukan kawasan hutan.
  3. Mengatur dan menetapkan hubungan-hubungan hukum antara orang dengan hutan, serta mengatur perbuatan hukum akan kehutanan.
Hutan dibagi lagi sesuai statusnya yang terdiri atas hutan negara dan juga hutan hak. Hutan negara adalah hutan yang terdapat di tanah yang tidak dibebani hak atas tanah. Sedangkan hutan hak adalah hutan yang terdapat pada tanah yang dibebani hak atas tanah.

Hutan merupakan lahan yang terdapat didalamnya berbagai tumbuhan yang membentuk suatu ekosistem dan saling terdapat ketergantungan. 

Pengertian Hutan Menurut Para Ahli

1. Pengertian Hutan Menurut Spurr (1973)
Menurut Spurr bahwa definisi hutan adalah sekumpulan pohon-pohon atau tumbuhan yang berkayu yang terdapat kerapatan dan luas tertentu yang dapat menciptakan iklim setempat serta keadaan ekologis yang berbeda dengan di luarnya.


2. Pengertian Hutan Menurut Undang-Undang No. 41 Tahun 1999
Menurut Undang-Undang No. 41 Tahun 1999 tentang Kehutanan yang menyebutkan bahwa pengertian hutan adalah suatu kesatuan ekosistem yang berupa hamparan lahan berisi sumberdaya alam hayati yang didominasi jenis pepohonan dalam persekutuan dengan lingkungannya, yang satu dengan yang lain tidak dapat dipisahkan.

3. Pengertian Hutan Menurut Marpaung (2006)
Menurut Marpaung bahwa pengertian hutan adalah suatu kesatuan ekosisten yang terdiri dari hamparan laham yang berisi sumberdaya alam hayati yang terdapat pepohonan dalam persekutuan alam lingkungannya, yang satu dengan yang lainnya yang tidak dapat dipisahkan.

4. Pengertian Hutan Menurut Kartasapoetra (1994)
Menurut Kartasoepotera bahwa hutan adalah suatu areal tanah yang permukaannya ditumbuhi oleh sejumlah jenis tumbuhan yang tumbuh secara alami.

Fungsi Hutan

Berdasarkan dari fungsi hutan yang mempunyai sejumlah macam fungsi yang terdiri diantaranya adalah
  1. Hutan produksi adalah kawasan hutan yang memiliki fungsi pokok dalam memproduksi hasil hutan.
  2. Hutan lindung adalah kawasan hutan yang memiliki fungsi pokok sebagai perlindungan sistem penyangga kehidupan dalam mengatur tata irigasi, mencegah banjir, mengendalikan erosi, mencegah instrusi air laut, dan memelihara keseburan tanah.
  3. Hutan konservasi adalah kawasan hutan yang memiliki ciri khas tertentu, yang memiliki fungsi pokok pengawetan keanekaragaman tumbuhan dan satwa serta ekosistemnya.
  4. Kawasan hutan suaka alam adalah hutan yang memiliki ciri khas tertentu, yang memiliki fungsi pokok sebagai suatu kawasan pengawetan keanekaragaman tumbuhan dan satwa serta ekosistemnya, yang berfungsi sebagai wilayah sistem penyangga kehidupan.
  5. Kawasan hutan pelestarian alam adalah hutan yang memiliki ciri khas tertentu. Fungsi pokok perlindungan sistem penyangga kehidupan, pengawetan keanekaragaman jenis tumbuhan dan satwa, serta terdapat pemanfaatan secara lestari sumber daya alam hayati dan eksosistemnya. 

Jenis-Jenis Hutan

Berdasarkan pasal 1 angka (4 sampai dengan 11) UU No. 41 Tahun 1999, bahwa hutan dibagi kepada 8 jenis. Jenis-jenis hutan tersebut adalah sebagai berikut:
  1. Hutan negara adalah hutan yang terdapat di tanah yang tidak dibebani hak atas tanah.
  2. Hutan hak adalah hutan yang terdapat di tanah yang tidak dibebani hak atas tanah.
  3. Hutan adat adlaah hutan negara yang terdapat didalam wilayah masyarakat hukum adat.
  4. Hutan produksi adalah kawasan hutan yang memiliki fungsi pokok dalam memproduksi hasil hutan.
  5. Hutan lindung adalah kawasan hutan yang memiliki fungsi pokok dalam perlindungan sistem penyangga kehidupan yang bermanfaat dalam mengatur tata air, mencegah banjir, mencegah intrusi air laut, mengendalikan erosi, dan memelihara kesuburan tanah.
  6. Hutan konservasi adalah kawasan hutan yang memiliki ciri khas tertentu, yang memiliki fungsi pokok pengawetan keanekaragaman tumbuhan dan juga satwa serta ekosistemnya.
  7. Kawasan hutan suaka alam adalah hutan yang memiliki ciri khas tertentu. Fungsi pokok kawasan pengawetan keanekaragaman tumbuhan dan satwa serta ekosistemnya, yang memiliki fungsi sebagai sistem penyangga kehidupan.
  8. Kawasan hutan pelestarian alam adalah hutan yang memiliki ciri khas tertentu, dengan fungsi pokok perlindungan sistem penyangga kehidupan, pengawetan keanekaragaman jenis tumbuhan dan satwa, serta terdapat pemanfaatan secara lestari sumberdaya alam hayati dan ekosistemnya.

Manfaat Hutan


Manfaat Hutan dapat dikelompokkan menjadi dua yaitu manfaat langsung dan manfaat tidak langsung. Adapun jenis-jenis manfaat hutan tersebut adalah sebagai berikut.. 
  1. Manfaat Langsung adalah manfaat yang dapat dirasakan, dinikmati secara langsung oleh masyarakat antaralain berupa kayu yang berasal dari hasil utama hutna, serta berupa hasil hutan yang memberikan manfaat misalnya rotan, madu, dan buah-buahan lainnya.
  2. Manfaat tidak langsung. Manfaat tidak langsung berarti manfaat yang secara tidak langsung dapat dinikmati oleh masyarakat, akan tetapi hanya dapat dirasakan adalah keberadaan hutan itu sendiri, misalnya mengatur tata air, mencegah terjadinya erosi, memberikan manfaat bagi kesehatan terhadap estetika, kesehatan, pariwisata, dan manfaat dalam bidang pertahanan dan ketahanan.
Demikianlah informasi mengenai pengertian hutan, jenis dan manfaat hutan. Sekian dan terima kasih. Salam Berbagi Teman-Teman. 

    Tuesday, February 20, 2018

    Pengertian Strategi Pembelajaran, Fungsi, Istilah, Jenis & Menurut Para Ahli

    Kompetensi Supervisi Akademik merupakan salah satu kompetensi yang harus dimiliki oleh para pengawas satuan pendidikan. Kompetensi dan pengembangan kemampuan guru sebagai peningkatan mutu pembelajaran dan bimbingan yang berada di sekolah/satuan pendidikan. 

    Secara spesifik pengawas yang terdapat dalam satuan pendidikan harus mempunyai kemampuan dalam membantu setiap guru untuk mengembangkan strategi dalam pembelajaran, serta dapat memilih strategi yang tepat dalam kegiatan pembelajaran. 

    Strategi merupkana suatu usaha dalam memperoleh kesuksesan dan juga keberhasilan demi mencapai suatu tujuan. Dalam dunia pendidikan strategi bisa diartikan sebagai suatu a paln, method, or series of activities designed to achieves a particular educational goal (J.R.David, 1976). 

    Strategi pembelajaran dapat diartikan sebagai perencanaan yang berisi dari sebuah rangkaian kegiatan yang didesain dalam suatu tindakan (rangkaian kegiatan) yang didesain untuk mencapai tujuan pendidikan tertentu. 

    Strategi pembelajaran merupakan berupa rencana tindakan atau rangkaian kegiatan yang dalam penggunaan metode dan pemanfaatan akan keseluruhan sumber daya atau kekuatan demi adanya pembelajaran yang disusun untuk mencapai tujuan tertentu. 

    Pada mulanya, istilah strategi banyak yang digunakan dalam dunia militer yang diartikan sebagai sebuah cara penggunaan akan seluruh kekuatan militer dalam memenangkan suatu peperangan. Sekarang, istilah demikian sering digunakan dalam berbagai bidaang kegiatan yang ditujukan untuk mendapatkan kesuksesan atau keberhasilan untuk mencapai tujuan. 

    Contohnya seseorang manajer atau pimpinan perusahaan yang menginginkan adanya suatu keuntungan dan juga berupa kesuksesan yang begitu besar akan menerapkan adanya strategi dalam mencapai suatu tujuan tertentu. Seorang pelatih akan tim baske akan menentukan strategi yang dinilai tepat demi memperoleh kemenangan dalam pertandingan. Seperti halnya seorang guru yang mengharapkan hasil yang baik dalam proses pembelajaran juga akan menerapkan adanya strategi hasil belajar siswanya untuk mendapatkan prestasi yang terbaik. 

    Pengertian Strategi Pembelajaran 

    Kata strategi diistilahkan berasal dari bahasa latin yang dalam etimologi bersifat strategia. Arti strategia adalah sebagai seni penggunaan rencana dalam mencapai suatu tujuan. 

    Pengertian Strategi Pembelajaran Menurut Para Ahli 

    1. Pengertian Strategi Pembelajaran Menurut Kemp 
    Menurut Kemp bahwa pengertian strategi pembelajaran adalah suatu kegiatan pembelajaran yang harus dikerjakan guru dan siswa agar tujuan pembelajaran dapat dicapai secara efektif dan efisien. 

    2. Pengertian Strategi Pembelajaran Menurut Dick dan Carey (1985) 
    Menurut Dick dan Carey (1985) bahwa pengertian strategi pembelajaran adalah suatu set materi dan prosedur  pembelajaran yang digunakan secara bersama-sama untuk menimbulkan hasil belajar pada siswa.

    3. Pengertian Strategi Pembelajaran Menurut Reigeluth, Bunderson dan Meril (1977)
    Menurut Reigeluth, Bunderson dan Meril (1977) bahwa menyatakan strategi mengorganisasikan isi pelajaran disebut seagai struktural strategi, yang mengacu pada cara untuk membuat urutan dan mensistesi fakta, konsep, prosedur dan prinsip yang berkaitan. 

    4. Pengertian Strategi Pembelajaran Menurut Frelberg dan Driscoll 
    Menurut Frelberg dan Driscoll (1992) bahwa definisi strategi pembelajaran adalah untuk mencapai berbagai tujuan dalam memberi materi pelajaran pada berbagai tingkatan, untuk siswa yang berbeda dalam konteks yang berbeda pula. 

    5. Pengertian Strategi Pembelajaran Menurut Gerlach dan Ely (1980) 
    Menurut Gerlach dan Ely bahwa pengertian strategi pembelajaran adalah cara-cara yang dipilih untuk menyampaikan materi pelajaran dalam lingkungan pembelajaran tertentu yang terdiri atas sifat, lingkup, dan urutan kegiatan yang dapat memberikan pengalaman belajar kepada siswa. 

    Strategi Penyampaian Pembelajaran

    Strategi penyampaian isi pembelajaran merupakan komponen variabel metode untuk melaksanakan proses pembelajaran. Fungsi strategi penyampain pembelajaran adalah 
    1. Menyampaikan isi pembelajaran kepada pembelajar
    2. Menyediakan informasi atau bahan-bahan yang diperlukan belajar kuntuk menampilkan unjuk kerja. 

    Jenis-Jenis Strategi Pembelajaran 

    Strategi pembelajaran merupakan suatu dari rencana, metode dan perangkat kegiatan yang direncakan untuk mencapai tujuan pembelajaran. Menurut artikel Saskatchewan educational (Majid, 2013: 10-12) terdapat jenis-jenis klasifikasi strategi pembelajaran misalnya gambar dibawah. 

    a. Strategi Pembelajaran Langsung (Direct Instruction) 
    Merupakan strategi pembelajaran yang kadar berpusat pada guru paling tinggi, dan paling sering digunakan. Pada strategi demikian termasuk dalam metode ceramah, pertanyaan dedaktik, pengajaran eksplisit dan latihan, serta demonstrasi. 

    b. Strategi Pembelajaran Tidak Langsung (Indirect Instruction) 
    Merupakan strategi pembelajaran yang memperlihatkan adanya bentuk dari keterlibatan siswa yang paling tinggi karena fungsi guru disini hanyalah sebagai penyeldiikan, penggambaran inferensi data, dan pembentukan hipotesis. 

    c. Strategi Pembelajaran Interaktif (Interactive Instruction) 
    Strategi pembelajaran demikian atau strategi pembelajaran interaktif adalah merujuk pada bentuk diskusi dan saling berbagai di antara siswa. 

    d. Strategi Pembelajaran melalui Pengalaman 
    Strategi belajar melalui pengalaman menggunakan bentuk berupa sekuens induktif, yang berpusat pada siswa, dan juga berorientasi pada suatu aktivitas. 

    e. Strategi Pembelajaran Mandiri 
    Belajar mandiri merupakan suatu strategi pembelajaran yang memiliki tujuan untuk membangun adanya inisiatif individu, kemandirian dan juga peningkatan diri. 

    Beberapa Istilah dalam Strategi Pembelajaran 

    Beberapa istilah yang hampir sama dengan berupa strategi yaitu metode, pendekatan, teknik atau faktik dalam pembelajaran. 

    1. Metode 
    Metode merupakan upaya untuk mengimplementasikan rencana yang sudah disusun dalam kegiatan yang nyata agar dari tujuan yang telah disusun tercapai secara optimal. Metode digunakan untuk merealisasikan strategi yang telah suatu, sedangkan metode adalah cara yang dapat digunakan dalam melaksanakan strategi. Dengan demikian, suatu strategi dapat dilaksanakan dengan sejumlah dengan berbagai metode. 

    2. Pendekatan (Approach) 
    Pendekatan (approach) merupakan titik tolak atau sudut pandang kita terhadap proses pembelajaran. Strategi dan metode pembelajaran yang digunakan yang bersumber atau tergantung dari pendekatan tertentu. 

    3. Teknik 
    Teknik adalah cara yang dilakukan seseorang dalam rangka mengimplementasikan suatu metode. Seperti, cara yang harus dilakukan agar metode ceramah berjalan efektif dan efisien. Oleh karena itu, sebelum seseorang melakukan proses ceramah sebaiknya untuk memperhatikan kondisi dan situasi. Contohnya, berceramah pada siang hari setelah mkan siang dengan jumlah siswa yang banya akan tentu memiliki perbedaan jika si penceramah tersebut melakukan pada pagi hari dengan jumlah siswa yang terbatas. 

    4. Taktik 
    Taktik adalah seseorang dalam melaksanakan suatu teknik atau metode tertentu. Taktinya sifatnya lebih kepada individual, walaupun dua orang sama-sama dengan menggunakan metode ceramah dalam beberapa situasi dan kondisi yang sama, sudah pati mereka akan melakukannya secara berbeda, seperti dalam taktik menggunakan ilustrasi atau menggunakan gaya bahasa agar materi yang disampaikan mudah dipahami.



    Demikianlah informasi mengenai Pengertian Strategi Pembelajaran, Fungsi, Istilah & Menurut Para Ahli. Semoga informasi ini dapat bermanfaat bagi seluruh umat dan bangsa. Sekian dan terima kasih. Salam Berbagi Teman-Teman. 








    Saturday, February 17, 2018

    Pengertian Intervensi, Macam-Macam & Arti Intervensi Menurut Para Ahli

    Berdasarkan konsep ekonomi Islan, dalam melakukan pengendalian harga ditentukan oleh penyebabnya. Ketika penyebabnya adalah dalam perubahan pada genuine demand dan genuine supply, maka dari mekanisme pengendalian yang dilakukan melalui market intervensional.

    Sedangkan dalam penyebabnya adalah distorsi terhadap genuine demand dan genuine supply, maka mekanisme pengendalian yang dilakukan melalui penghilangan distorsi khususnya penentuan price intervention untuk melakukan pengendalian harga pada keadaan sebelum distorsi.

    Dalam intervensi pemerintah Republik Indonesia untuk menangani masalah berupa ekonomi saat ini dengan Undang-Undang No. 39 Tahun 2007 berdasarkan bea Cukai. Barang-barang ekspor dan impor yang illegal dapat merusak sistem perekonomian karena dapat mengganggu adanya keseimbangan pasar. Jadi dalam pengertian intervensi pasar adalah ikut campur tangan dari pemerintah untuk mengatur ekonomi pasar yang ditujukan dalam menjaga kestabilan harga. 

    Pengertian Intervensi: Apa itu? 

    Pengertian Intervensi - Intervensi merupakan salah satu bentuk dari turut campurnya dalam urusan negara lain yang memiliki sifat diktatorial. Fungsi intervensi adalah sebagai salah satu cara untuk menyelesaikan sengketa internasional.

    Intervensi adlaah aktivitas untuk melaksanakan rencana pnegasuhan dnegan memberikan berupa pelayanan terhadap anak dalam keluarga maupun di lingkungan lembaga kesejahteraan sosial anak.
    Berdasarkan pengertian intervensi adalah tindakan spesifik oleh seorang pekerja sosial susia dengan sistem atau proses manusia dalam rangka menimbulkan perubahan

    Intervensi dapat diartikan seagai turut campurnya sebuah negara dalam urusan dalam negeri negara lain dengan menggunakan kekuatan atau ancaman kekuatan.

    Berdasarkan hukum internasional mengartikan intervensi dalam arti tidak lah begitu berarti luas sebagai suatu bentuk camur tangan negara asing dalam urusan satu negara, melainkan bisa berarti sempit, yaitu suatu campur tangan negara asing yang memiliki sifat menekan dengan alat kekerasan (force) atau dengan ancaman melakukan kekerasan, ketika keinginannya tidak terpenuhi.

    Kecenderungan untuk menjalankan intervensi sebagai salah satu dari instrumen politik luar negeri terus meningkat dan juga dilatar belakangnya dapat menjadi semakin kompleks. Negara-negara adikuasa maupun juga dari negara yang memiliki kemampuan politik, ekonomi dan juga militer yang patut untuk diragukan, sama-sama giat dalam soal mencampuri adanya urusan negara lain. 

    Pengertian Intervensi Menurut Para Ahli

    1. Pengertian Intervensi Menurut Dr. Wirjono ProdojodikoroMenurut Dr. Wirjono Prdojodikoro, SH bahwa pengertian intervensi dalam kaca matanya mendefinisikan intervensi yakni:

    "Dalam hukum internasional intervention tidak berarti luas sebagai segala bentuk campur tangan negara asing dalam urusan satu negara, melainkan berarti sempit, yaitu suatu campur tangan negara asing yang bersifat menekan dengan alat kekerasan (force) atau dengan ancaman melakukan kekerasan, apabila  keinginannya tidak terpenuhi,"


    2. Pengertian Intervensi Menurut Oppenheiman Lauterpacht
    Menurut Oppenheim Lauterpacht mengatakan bahwa pengertian intervensi adalah campur tangan secara diktator oleh suatu negara terhadap urusan dalam negeri lainnya dengan maksud baik untuk memelihara atau mengubah keadaan, situasi atau barang di negeri tersebut.

    3. Pengertian Intervensi Menurut J.G. Starke
    Pengertian Intervensi Menurut J.G. Starke mengatakan intervensi ini dengan istilah subversive intervention. Menurut J.G. Starke bahwa definisi intervensi adalah
    "Mengacu kepada propagadan atau kegiatan lainya yang dilakukan oleh suatu negara dengan tujuan untuk mendorong terjadinya revolusi atau perang saudara di negara lain,"

    4. Pengertian Intervensi Menurut Black's Law Dictionary Menurut Black's Law Dictionary bahwa pengertian Intervensi adalah "one nation's interference by force, or threat of force, in another nations's internal affair or in question arising between other nation,"

    5.Pengertian Intervensi Menurut James Rosenau Menurut James Rosenau bahwa pengertian intervensi dapat dibedakan dari instrument politik luar negeri lainnya melalui dua faktor:
    • Bahwa intervensi membedakan diri dengan tajam dalam hal cara menyelenggarakan hubungan antar negera yang konvensional.
    • Bahwa intervensi secara sadar dilakukan untuk mengakibatkan perubahan politik yang mendasar di negara yang dijadikan sasaran intervensi. 

    Macam-Macam Bentuk Intervensi

    Menurut Kalevi. J. Holsti bahwa membedakan dan membahas enama bentuk intervensi yaitu:
    1. Intervensi Diplomatik. Macam-macam intervensi salah satunya Intervensi diplomatik. Pengertian intervensi diplomatik bahwa biasanya terjadi apabila seorang diplomat memberikan komentar terhadap atau memihak dalam suatu krisis atau persoalan politik yang sedang melanda negara tempatnya bertugas.
    2. Intervensi Klasik. Macam-macam intervensi salah satunya intervensi diplomatik. Pengertian intervensi klasik adalah berupa kegiatan gelap atau misi rahasia. Bentuk yang sesuai yang paling tua adalah melalui penyuapan atau penyogokan pejabat negara yang dijadikan sasarannya.
    3. Pameran kekuatan militer yang relatif murah dan mengandung resiko rendah, tetapi sering justru lebih efektif dari pada pengiriman ekspedisi militer yang sesungguhnya.
    4. Subversi atau yang kita kenal dengan gerakan bawa tanah. Subversi adalah gerakan politik dan militer yang diorganisasikan, ditunjang dan diarahkan oleh suatu negara asing yang bertujuan sendiri dengan amat memanfaatkan situasi dan juga elemen-elemen setempat di negara sasaran.
    5. Gerilya. Salah satu macam-macam bentuk berupa gerilya, merupakan perpaduan antara subversi dengan sistem perang konvensional. Gerilya tidak selalu merupakan hasil intervensi kekuatan asing tetapi cukup banyak kegiatan gerilya yang merupakan manifestasi dari intervensi.
    6. Intervensi Militer. Adapun dari macam-macam bentuk dari intervensi adalah intervensi militer. Pengertian intervensi militer adalah diwujudkan dalam bentu pengiriman ekspedisi militer untuk menunjang suatu pemerintahan yang sedang berkuasa ataupun membantu suatu kelompok pemberontak. 
    Selain itu, Menurut J.G Starke bahwa membedakan tiga macam-macam bentuk intervensi yang tidak mengandung karakter diplomatik, diantaranya
    1. Intervensi Intern (Internal Intervantion). Macam-macam intervensi salah satunya berupa intervensi intern yang dijelaskan contoh Negara A yang mencampuri persengketaan antara pihak-pihak bertika di Negara B, dengan cara mendukung salah satu pihak baik dari pihak pemeirntah yang sah dan juga dari pihak pemberontak.
    2. Intervensi Ekstern (Eksternal Intervention). Macam-macam bentuk dari intervensi selain dari intervensi intern juga intervensi ekstern. Penjelasan intervensi ekstern adalah memiliki contoh negara A yang ikut campur tangan dalam hubungan pada umumnya hubungan permusuhan misalnya saat Italia melibatkan diri dalam perang dunia kedua yang berpihak Jerman dan melawan Inggris.
    3. Intervensi Penghukuman (Punitive Intervention). Bentuk dari intervensi penghukuman adalah suatu tindakan pembalasan (repraisal) yang bukan perang, atas kerugian yang diderita oleh negara lain. Misalnya: suatu blokade damai yang dilakukan terhadap negara yang dapat menimbulkan suatu kerugian sebagai pembalasan atas suatu tindakannya merupakan pelanggaran berat traktat. 

    Tindakan Intervensi 

    Ilustrasi: Pengertian Intervensi, Macam-Macam & Arti Intervensi Menurut Para Ahli

    Dalam kasus-kasus tertentu, suatu negara memiliki kemampuan untuk melakukan suatu tindakan intervensi secara sah dan dapat dibenarkan menurut hukum internasional. Adapun tindakan intervensi demikian adalah..
    1. Intervensi Kolektif sesuai dengan Piagam Perserikatan Bangsa-Bangsa.
    2. Intervensi untuk melindungi hak-hak dan kepentingan-kepentingan serta keselamatan jiwa warga-warga Negara di luar yang menjadi dasar bagi pemerintah Amerika Seriakt yang membenarkan adanya suatu tindakan dalam bentuk pengiriman tentara multinasional di pulau Grenada di Bulan Oktober 1983.
    3. Pertahanan diri, ketika intervensi diperlakukan untuk menghilangkan bahaya serangan bersenjata yang nyata.
    4. Dalam urusan-urusan protektorat yang berada di bawah kekuasaannya.
    5. Apabila Negara yang menjadi subjek intervensi dipersalahkan melakukan pelanggaran berat atas hukum internasional yang menyangkut negara yang melakukan suatu intervensi, sebagai contoh, apabila negara pelaku intervensi sendiri telah diintervensi secara melawan hukum.
    Demikianlah informasi mengenai Pengertian Intervensi, Macam-Macam & Arti Intervensi Menurut Para Ahli. Semoga informasi ini dapat menmbah pengetahuan teman-teman khususnya membuka cakrawala dan juga dapat bermanfaat bagi kehidupan sekitar. Sekian dan Terima Kasih. Salam Berbagi Teman-Teman 

    Videos

    Tags

    Recent Post